Search this blog

Memuat...

Jumat, 16 September 2011

Pemeriksaan Bilirubin

     Dalam keadaan patologik dapat dinyatakan adanya bilirubin dalam urin. Jika urin dibiarkan sebagian kecil dari pada bilirubin itu berubah menjadi biliverdin oleh oxidasi, perubahan itu mempercepat oleh sinar matahari.

     Di antara banyak macam test untuk menyatakan adanya bilirubin dianjurkan :

A. Percobaan Busa
  1. Kocoklah kira-kira 5 ml urin segar dalam tabung dengan kuat-kuat
  2. Jika terjadi busa kuning, itu tanda bahwa bilirubin sangat mungkin ada
Catatan : 
Busa urin yang tidak mengandung bilirubin putih atau sangat kuning muda. Percobaan busa ini sangat sederhana dan hanya memberikan petunjuk saja. Sebaiknya dibenarkan dengan melakukan test yang lebih peka. Test busa mungkin menjadi positif palsu pada konsentrasi urobilin yang tinggi dan juga oleh obat-obatan seperti acriflavine dan pyridium.

B. Percobaan Harrison
     Bilirubin yang ada dalam urin dipekatkan di atas kertas saring dengan jalan mempresipitatkan fosfat-fosfat yang ada di dalam urin memakai Barium Chlorida dan bilirubin melekat pada presipitat itu. Bilirubin yang telah dikumpulkan itu dioxidasi menjadi biliverdin yang hijau dengan reagens Fouchet.
     Reagen Fouchet terdiri dari Asam Trichloracetat 25 gr, Aquadest 100 ml, buatlah larutan kemudian tambahlah larutan Ferrichlorida 10% 10 ml.

Cara :
  1. 5 ml urin yang lebih dulu dikocok dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  2. Tambahlah 5 ml larutan Bariumchlorida 10%, campur dan saringlah
  3. Kertas saring yang berisi presipitat diangkat dari corong, dibuka lipatannya dan taruh mendatar di atas corong itu. Biarkan beberapa lama sampai agak kering
  4. Teteskan 2 - 3 tetes reagens Fouchet ke atas presipitat di atas kertas saring itu
  5. Timbulnya warna hijau menandakan adanya bilirubin


C. Modifikasi Percobaan Harrison dengan Potongan Kertas Saring
     Cara ini menggunakan potongan kertas saring berukuran kira-kira 10 x 1 cm yang sangat tebal (umpamanya Schleider dan Schill No. 740) yang direndam beberapa lama di dalam larutan jenuh Bariumchlorida. Setelah kertas saring itu meresap larutan ini kemudian dikeringkan dalam lemari panas dan disimpan sampai saat memakainya.

Cara :
  1. Potongan kertas saring dipegang pada salah satu ujungnya dan sebelah lain dimasukkan ke dalam urin sampai kira-kira sepertiga dari panjangnya. Peganglah kertas dalam keadaan sepertiga terendam dari 30 detik sampai 2 menit
  2. Angkatlah kertas dan biarkan sampai menjadi agak kering
  3. Teteskanlah setetes reagens Fouchet pada kertas saring, tepat pada batas permukaan urin tadi
  4. Adanya warna hijau berarti ada bilirubin
Catatan :
     Warna urin sering telah memberi petunjuk tentang kemungkinan adanya bilirubin. Karena bilirubin berubah menjadi zat-zat lain, warna itu mungkin berbeda-beda ; kuning tua, kuning campur hijau, coklat, dsb.
     Bilirubin glukuronida adalah semacam zat yang tidak tahan sinar matahari, zat itu pecah oleh proses oxidasi dan hidrolisis. Simpanlah sampel urin pada tempat bebas sinar matahari langsung dan janganlah menunda pemeriksaan.
     Dengan reagen Fouchet bilirubin dioxidasi menjadi biliverdin yang hijau, tetapi di samping biliverdin mungkin sekali terjadi hasil-hasil oxidasi lain juga yang lain warnanya : biru (bilisianin) atau kuning (choletelin). Jika terjadi warna hijaulah test dengan reagens Fouchet dianggap positif. Meskipun dari intensitas warna dapat diduga konsentrasi bilirubin, tetapi sukarlah untuk menilai hasil test secara semikuantitatif. Untuk mengadakan perbedaan antara konsentrasi yang rendah dan yang tinggi, boleh dipakai tanda + dan ++ saja. Urin normal bereaksi negatif pada percobaan ini.

D. Cara Carik Celup
     Reaksi yang terjadi pada cara ini ialah reaksi diazotisasi antara bilirubin dalam urin dan semacam senyawa diazo pada carik celup. Warna yang terjadi pada reaksi itu ditentukan oleh jenis senyawa diazo yang dipakai, sedangkan intensitasnya dapat menunjukkan banyaknya bilirubin secara terbatas.
     Pakailah juga urin segar untuk diperiksa dengan carik celup ; bilirubin yang telah teroxidasi atau mengalami hidrolisis tidak dapat lagi bereaksi dengan senyawa diazo